pupuk organik

7 Jenis Pupuk Organik untuk Pertumbuhan Tanaman

Pupuk organik merupakan salah satu jenis pupuk yang dapat digunakan untuk melakukan budidaya tanaman. Mekipun tidak banyak para petani tanaman yang menyadari bahwa dalam pertumbuhan tanaman juga sangat diperkukan bahan-bahan organik untuk kelangsungan hidupnya. Hal ini dikarenakan pupuk yang berasal dari bahan organik dirasa kurang optimal untuk meningkatkan produktivitas tanaman.

Jenis Pupuk Organik

jenis pupuk organik

Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari bahan-bahan organik yang diproses melalui pelapukan sisa-sisa dari tanaman, hewan, serta manusia. Dalam arti lain, pupuk ini dibuat dengan bahan-bahan yang berasal dari alam.

Berikut ini adalah beberapa jenis pupuk organik:

1. Pupuk Hijau

Jenis pupuk yang satu ini biasanya memanfaatkan tanaman sisa panen. Pada umumnya, pupuk hijau yang paling sering digunakan di antaranya adalah tanaman ki hujan, kacang-kacangan (leguminosa), dan pakis air (azola)

2. Pupuk Kompos

Pupuk kompos ini dibuat dengan melalui proses biologis yang melibatkan mikroorganisme serta makroorganisme yang ada pada tanah. Misalnya, jamur, bakteri, cacing tanah, dll.

3. Pupuk Kandang

Pupuk kandang merupakan yang dalam pembuatannya menggunakan kotoran beberapa jenis hewan, misalnya ayam, kambing, sapi, dan sebagainya.

Ini sangat efektif untuk menyuburkan tanah dan tumbuhan karena mengandung banyak unsur hara makro (fosfor, nitrogen, dan kalium) dan unsur mikro (magnesium, belerang, kalsium, besi, natrium, molibdenum, dan tembaga).

4. Humus

Humus sebetulnya merupakan istilah yang merujuk pada salah satu jenis tanah dengan kualitas unggul. Namun hal ini juga dapat diartikan sebagai sebuah unsur organik yang diakibatkan melaui proses dekomposisi atau pembusukan yang terjadi pada dedaunan atau pun rerantingan, atau pun juga limbah organik lainnya.

5. Pupuk Seresah

Pupuk seresah merupakan sejenis pupuk yang dibuat dari limbah atau komponen tanaman yang tak lagi berguna. Misalnya ada pada jerami kering, bonggol jagung, rumput aritan, dan sebagainya.

Istilah lain dari pupuk seresah adalah pupuk penutup tanah. Hal ini dikarenakan pada penggunaannya yang paktis, yaitu dengan  secara langsung ditutupkan di atas permukaan tanah atau tanaman yang sedang dibudidayakan.

6. Pupuk Cair

Kini pupuk organik pun banyak yang berbentuk liquid atau cair. Selain itu, penggunaan dari pupuk jenis ini juga lebih mudah dan praktis.

Bahan baku untuk pembuatan pupuk cair ini sendiri kebanyakan tetap berasal dari pupuk padat namun telah ditambahi dengan melalui adanya proses perendaman. Setelah melewati proses tersebut, air rendaman pun sudah bisa digunakan sebagai pupuk untuk tanaman yang  sedang Anda budidayakan.

7. Pupuk Hayati

Pupuk hayati juga failiar dengan nama lain biofertilizer. Fungsi jenis pupuk yang satu ini salah satunya adalah untuk meningkatkan kesuburan dan memproduksi nutrisi bagi tanah dan tanaman yang dibudidayakan.

Meskipun berdasarkan elemen pembentukan pupuk tersebut tidak termasuk golongan organik, akan tetapi banyak orang yang menganggap hal yang satu ini sebagai pupuk organik yang baik untuk digunakan pada tanaman.

Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Bagi Tanaman

manfaat pupuk organik

Manfaat dari pupuk organik itu sendiri di antaranya:

  • Dapat memperbaiki sifat kimia dan sifat biologi dari tanah.
  • Mengandung berbagai macam unsur mikro yang lebih lengkap yang juga dibutuhkan oleh tanaman.
  • Mempunyai kemampuan untuk dapat melepas hara tanah dengan sangat perlahan dan terus menerus serta dapat akan membantu mencegah terjadinya kelebihan suplai hara pada tanaman.
  • Mampu menjaga kelembapan tanah sesuai dengan kebutuhan tanaman.
  • Mencegah erosi pada tanah.
  • Merawat tingkat kesuburan tanah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishFrenchIndonesianJapanese