4 Jenis Pupuk Organik Kandang yang Sering Digunakan

Pupuk kandang  adalah pupuk yangterbuat dan berasal dari kotoran hewan. Pupuk jenis ini digunakan sebagai media penyedia unsur hara bagi tanaman. Jenis pupuk tersebut memiliki peran dalam memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah serta lingkungan tempat tanaman tumbuh. Selain itu, komposisi unsur hara yang dalam pupuk ini pun sangat tergantung pada jenis hewan, umur, alas kandang dan pakan yang diberikan pada hewan.

Kandungan Pada Pupuk Kandang

kandungan pupuk kandang

Setiap jenis hewan tentunya menghasilkan kotoran, di mana kotoran tersebut memiliki kandungan unsur hara tertentu. Zat hara yang terdapat pada pupuk kandang adalah zat hara makro, di antaranya adalah:

  • Nitrogen (N)
  • Fosfor (P)
  • Kalium (K)
  • Kalsium (Ca)
  • Magnesium (Mg)
  • Belerang (S).

Jika dibandingkan dengan pupuk anorganik atau kimia sintetis, kadar kandungan unsur hara dalam pupuk kandang memang jauh kecil. Maka dari itu, terkadang para petani juga memerlukan pupuk yang banyak untuk menyamai pemberian pupuk kimia.

Jenis-Jenis Pupuk Kandang

jenis pupuk kandang

Seperti halnya pupuk organik lainnya, jenis pupuk yang satu ini memiliki sejumlah kelebihan seperti kemampuannya untuk merangsang aktivitas biologi tanah. Tidak hanya itu, pupuk kandang juga mampu memperbaiki sifat fisik tanah. Akan tetapi, terdapat kelemahan di mana memiliki bentuk yang kamba (bulky) dan tidak steril. Sehingga pada pupuk tersebut ada risiko terdapat biji-bijian gulma dan berbagai bibit penyakit atau parasit yang dapat menyerang tanaman.

Berikut ini, beberapa jenis pupuk kandang yang banyak dipergunakan dalam bidang pertanian atau pun perkebunan:

1. Kotoran Sapi

Kotoran sapi memiliki kandungan serat yang tinggi dalam pembuatan pupuk kandang. Serat atau selulosa merupakan senyawa rantai karbon yang akan mengalami proses dekomposisi pada jenis pupuk yang satu ini. Proses  tersebut memerlukan nitrogern yang ada pada kotoran sapi.

Sehingga, penggunaan pupuk untuk kotoran sapi tidak dianjurkan untuk diaplikasikan dalam bentuk segar di mana perlu adanya pengomposan terlebih dahulu. Apabila tidak terjadi pengomposan, maka akan ada perebutan nitrogen antara tanaman bersama proses dekomposisi.

2. Kotoran Ayam

Kotoran ayam ini sangat banyak digunakan sebagai bahan pupuk para   petani sayuran daun karena reaksinya yang cepat. Selain itu hal ini juga cocok dengan karakter sayuran daun yang rata-rata mempunyai siklus tanam pendek.

Pupuk dari kotoran ayam mengandung unsur hara makro nitrogen yang relatif tinggi jika dibandingkan pupuk kandang lainnya. Selain itu, unsur tersebut dapat dengan mudah diserap tumbuhan secara langsung tanpa perlu proses dekomposisi.

Namun, kotoran ayam rentan membawa bibit penyakit terutama bakteri jenis Salmonella. Maka, pemanfaatan pupuk yang satu ini haruslah digunakan sesuai kebutuhan.

c. Kotoran Kambing

Kotoran kambing memiliki tekstur berbentuk butiran bulat yang sukar dipecah secara fisik dan sangta dianjurkan untuk dikomposkan terlebih dahulu.  Kotoran kambing sangat cocok diterapkan pada paruh pemupukan kedua sebagai perangsang tumbuhnya bunga dan buah.

4. Urine / Air Kencing

Urine juga dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman. Pada urin, terdapat  kadar nitrogen, sulfur, dan pospat yang tinggi dari perombakan metabolisme protein.

Air kencing kelinci merupakan yang paling sering digunakan karena memilki kandungan nitrogen yang mencapai 2,72%. Cara penggunaan pupuk kandang dari bahan yang satu ini yaitu dengan mengencerkan 1 liter urine kedalam 20 liter air bersih.

Selanjutnya, campuran tersebut disemprotkan pada tanaman sebagai pupuk untuk daun. Tidak hanya itu, pupuk dari urin ini juga dapat dicampur dengan pupuk padat sebagai pupuk pada tanah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishFrenchIndonesianJapanese