penyakit antraknosa

Pengendalian Penyakit Antraknosa pada Tanaman

Bagi petani, tentu saja terkadang mengalami masalah dalam budidaya tanaman. Misalnya, adanya serangan penyakit, salah satunya adalah penyakit antraknosa pada tanaman tersebut. Penyakit yang satu ini memang sangat menganggu karena terdapat bercak pada daun ataupun bagian tubuh yang lainnya. Penyakit ini juga sering disebut hawar pada daun, akar, ataupun ranting yang juga dapat mengakibatkan risiko kematian pada tanaman.

Apa Itu Penyakit Antraknosa yang Menyerang Tanaman?

apa itu penyakit antraknosa

Penyakit antraknosa yang menyerang tanaman ini bisa menyebabkan infeksi pada daun akan lebih parah ketika musim hujan.  Hal ini disebabkan karena jamur antraknosa membutuhkan air dalam penyebaran penyakit tersebut. Begitu pun sebaliknya, jamur penyebab penyakit yang satu ini pun tidak akan menyebar dalam kondisi kering.

Antraknosa ini pada umumnya menyerang hampir di semua bagian tanaman, mulai dari ranting, cabang, daun hingga buah. Fase serangannya pun beragam, bisa dimulai dari fase vegetatif  atau yang dikenal dengan fase perkecambahan serta pada fase generatif atau pembuahan.

Penyakit ini dapat membawa kerugian besar bagi petani, terutama bagi petani tanaman holtikurtura, karena pada umumnya penyakit ini menyerang tanaman jenis itu.  Balai Penelitian Holtikultura Lembang pun menuturkan bahwa hasil panen cabai dapat berisiko mengalami penurunan hingga 50 – 100% pada musim hujan karenanya, terutama jika tidak dikendalikan dengan cepat dan tepat.

Penyebab Penyakit Antraknosa pada Tanaman

penyebab penyakit antraknosa

Penyakit antraknosa ini tidak datang dengan sendiri, menlainkan dengan beberapa sebab. Pada umumnya penyakit tersebut disebabkan oleh dua jenis jamur, yaitu Colletotricum capsici dan jamur Gloeosporium sp.

  • Jamur Colletotricum capsici => Jamur yang satu ini biasanya bekerja di bagian tengah buah cabai dan menyerang cabai yang sudah tua.
  •  Gloeosporium sp => Jamur Gloeosporium sp  ini biasanya bekerja di bagian ujung buah cabai dan menyerang cabai yang tua maupun muda.

Keberadaan dua jenis jamur itu dipengaruhi oleh kondisi lingkungan yang lembab dan basah. Hal tersebut  menyebabkan jamur penyerang pengyakit antraknosa serta patogen atau sumber penyakit  lainnya menjadi nyaman dan mudah untuk mengalami perkembangan. Maka dari itu, jika musim penghujan tiba, Anda harus berhati-hati dan selalu mempersiapkan penanganan yang tepat jika penyakit pada tanaman ini menyerang.

Penanganan untuk Penyakit Antranoksa

menangani penyakit antranoksa

Pengendalian penyakit antraknosa itu sendiri dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan bibit yang sehat untuk penanaman.
  • Melakukan perempelan tunas air, penyiangan, dan pengaturan genangan air. Semua cara tersebut merupakan bagian dari tindakan pencegahan, yang ditujukan hal ini dilakukan untuk memastikan lingkungan sekitar tanaman tidak lembab dan menyebabkan risiko terserangnya dari penyakit yang disebabkan oleh jamur yang perkembangannya sangat didukung oleh lingkungan yang lembab.
  • Menggunakan jarak tanam yang agak lebar (jaraknya sekitar 65-70 cm)/
  • Tanaman mesti ditanam secara zig-zag, hal ini bertujuan untuk mengurangi kelembaban udara serta menjadikan sirkulasi udara untuk tanaman lancar karena jarak antar tanaman semakin lebar.
  • Menggunakan mulsa hitam perak agar sinar matahari dapat dipantulkan ke bagian bawah permukaan daun pada tanaman. Hal ini dilakukan untuk membuat kelembaban tidak begitu tinggi. Pnggunaan mulsa plastik ini juga dapat mencegah persebaran spora melalui percikan air hujan.
  • Menambahkan pupuk yang mengandung unsur kalsium tinggi karena kalsium dapat membuat dinding sel tanaman menjadi lebih kuat dan lebih susah ditembus oleh jamur. Pemberian kalsium dapat dilakukan dengan cara pengocoran dolomit (CaMg(CO3)2).
  • Alternatif pengendalian terakhir bisa dilakukan dengan menggunakan fungisida atau pengendali hama kontak seperti mankozeb, propineb, klorotalonil, dan tembaga hidroksida. Atau dengan fungisida sistemik seperti benomil, metalaksil, dimetomorf, difenokonazol, tebukonazol, dan yang lainnya.

 

PT. Natural Nusantara merupakan produsen pupuk dan pengendali hama efektif dan berkualitas, termasuk dalam pengendalian penyakit antraknosa. Salah satu produk yang dapat digunakan untuk perawatan tanaman dan pencegahan dari penyakit tersebut adalah Natural Glio NASA yang merupakan pestisida alami yang mengandung Gliocladium Virens 1,64 X 1011 cfu/g.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishFrenchIndonesianJapanese