penyakit akar gada

Apa yang Menyebabkan Penyakit Akar Gada pada Tanaman?

Jika Anda sedang membudidayakan tanaman, terkadang ada beberapa hal yang tak diinginkan kerap terjadi. Misalnya, adanya penyakit akar gada pada tanaman (paling sering menyerang tanaman kubis). Hal ini tentu menjadi masalah yang harus segera terselesaikan supaya hasil panen pun tetap memuaskan dan para petani tak akan mengalami kerugian.

Penyakit yang satu ini merupakan penyakit yang dapat menyerang tanaman yang menular melalui media tanah atau lingkungan tempat tanaman yang dibudidayakan tersebut tumbuh. Tentu  saja penyakit tersebut dapat memengaruhi tingkat produktivitas budidaya tanaman.

Apa Itu Penyakit Akar Gada pada Tanaman?

apa itu penyakit akar gada

Pernahkah Anda mendengar penyakit akar gada dan apa yang dimaksud dengan penyakit tersebut? Penyakit yang menyerang tanaman tersebut dapat disebabkan oleh patogen atau mikroorganisme yang senang dengan kondisi lingkungan tempat tanaman tersebut tumbuh.

Keberadaan mikroorganisme yang menyebabkan penyakit tersebut pun dapat memengaruhi produktivitas dari tanaman. Jadi, tanaman yang terkena penyakit tersebut tak dapat menghasilkan panen yang maksimal dan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Penyakit tersebut dapat menyebakan pembengkakan pada jaringan akar tanaman sehingga akan mengganggu fungsi akarnya, misalnya translokasi zat hara dan air dari dalam tanah ke daun. Kondisi tersebut pun mengakibatkan tanaman layu, kerdil, kering dan akhirnya mati jika tak cepat ditangani.

Patogen Penyebab Penyakit Akar Gada Pada Tanaman

penyebab penyakit akar gada

Penyakit akar gada itu sendiri diakibatkan oleh dua jenis patogen, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Jamur Plasmodiophora brassica => Jamur yang satu ini menyerang akar dan biasanya menyerang bagian akar tanaman Brassicaceae. Akar tanaman yang terserang penyakit ini pun akan tampak menggelebung atau bentuknya bulat-bulat sehingga dapat menghambat pertumbuhan tanaman tersebut.
  • Spora Plasmodiophora brassica => Patogen yang satu ini bisa bertahan lama dalam tanah bahkan sampai 10 tahun tanpa tanaman inang. Sehingga dengan mudah menyerang tanaman jika tidak ditangani dengan tepat.

Perlu Anda ketahui bahwa penyakit yang satu ini pun akan menyebar dari benih yang mengandung patogen penyakit. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh kondisi lahan tempat tanaman tertentu tumbuh. Misalnya, cagar benih yg akan ditanam bisa saja terkena patogen penyakit tersebut. Selain itu, jarak tanam yang tidak teratur juga dapat membuat penyakit tersebut menyebar dan memengaruhinya.

Penanganan Penyakit Akar Gada pada Tanaman

penanganan penyakit akar gada

Tanaman yang terkena penyakit butuh penanganan secepatnya untuk memastikan tanaman tersebut masih bisa tumbuh dengan baik. Untuk itu, para petani pun sangat membutuhkan pengetahuan tentang bagaimana cara menanganinya.

Penyakit akar gada itu sendiri disebabkan oleh patogen yang bermukin di lahan atau tanah tempat tanaman itu tumbuh. Salah satu hal yang mesti dilakukan adalah dengan cara mengendalikan patogen penyakit ini, bagaimana caranya?

    • Memanfaatkan Trikodarma => Anda dapat mengatasi penyakit akar gada tersebut dengan cara memanfaatkan trikodarma dan melakukan rotasi tanam pada lahan. Pengendalian dengan trikodarma merupakan pengandalian yang tidak menggunakan bahan kimia. Keuntungannya adalah tidak akan menyebabkan kerusakan pada lingkungan tempat tumbuhnya tanaman. Selain itu, trikodarma tidak menyerang tanamannya tetapi menyerang penyakit akar gada tersebut.
    • Mengurangi atau Menghentikan Penggunaan Urea => Mengurangi penggunaan pupuk urea merupakan salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi penyakit tersebut. Anda dapat menambahkan kapur dolomit pada perendaman benih, dan menyemprotkan pestisida secara hayati sebagai bahan substitusi pupuk tersebut. Salah satunya dengan menggunakan produk Natural Glio NASA dan Corrin NASA untuk pencegahan penyakit pada tanaman.

 

    PT. Natural Nusantara merupakan salah satu produsen berbagai jenis pupuk dan pengendali hama untuk tanaman yang Anda budidayakan. Komposisi serta bahan-bahan yang digunakan pada pupuk ini merupakan bahan-bahan yang tidak akan merusak kondisi alami lingkungan tumbuh dari tanaman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishFrenchIndonesianJapanese