kegiatan intensifikasi padi sawah

5 Kegiatan dalam Mendukung Intensifikasi pada Tanaman Padi

Ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi keberhasilan para petani dalam upaya peningkatan  produksi pertanian tanaman padi. Salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan intensifikasi padi sawah oleh para petani. Kegitan tersut pun bisa menjadi jalan supaya peningkatan ketahanan pangan di negara Indonesia bisa terlaksana.

Bagaimana Perkembangan Kegiatan Intensifikasi Padi Sawah dalam Pertanian?

perkembangan kegiatan intensifikasi padi sawah

Kemunculan kegiatan intensifikasi padi sawah ini tak lepas dari tujuan serta latar belakangnya.  Adapun latar belakangnya adalah keberadaan keinginan pemerintah, petani serta masyarakat Indonesia untuk  mendapatkan hasil panen bahan pangan yang layak yang mampu mencukupi kebutuhannya.

Program ini yang memberikan potensi terhadap peningkatan hasil panen ini mulai dibentuk pada tahun 1960. Pada masa itu, program tersebut ditujukan terutama untuk meningkatkan hasil panen tnaman padi.

Namun di tengah-tengah keberadaan kegiatan yang satu ini memunculkan masalah lain, salah satunya adalah para petani padi beberapa daerah masih mengeluh tentang program ini. Mereka mengeluh karena ada berbagai hama pengganggu padi yang memengaruhi pertumbuhan tanaman padi yang ditanam dan menyebabkan kegagalan pada masa panen. Hal ini terjadi  sejak tahun 1961 sampai dengan 1969.

Dari hal ini, permerintah akhirnya mencari solusi dengan diadakannya penggunaan pestisida pada tanaman padi. Hal tersebut membuat penggunaan pestisida pun akhirnya menjadi meningkat. Tidak hanya itu, produksi panen juga terbukti meningkat hingga 34%. Namun masalah lain yang berkenaan dengan lingkungan pun muncul.

Penggunaan pestisida yang berlebihan itu pada kenyataannya berdampak serta berpengaruh buruk bagi lingkungan. Hal ini bahkan berpengaruh buruk pada manusia itu sendiri. Sehingga kemudian tahun 1990 ke atas ini penggunaan pestisida mulai dibatasi bahkan cenderung dilarang dengan tujuan supaya tidak mempercepat pencemaran udara dan tanah.

Akhirnya, kegiatan intesifikasi padi sawah pun mulai dilakukan.

Kegiatan Penting dalam Intensifikasi Padi Sawah

apa saja kegiatan intensifikasi padi sawah

Terlepas dari perkembangan intensifikasi pertanian yang telah terjadi,  ternyata terdapat lima kegiatan penting yang harus dilakukan dalam mendukung aktivitas pertanian tersebt. Hal ini disenut dengan Panca Usaha Tani, atau yang bisa disebut juga dengan Lima Usaha Tani pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, yaitu:

Panca Usaha Tani ini diketahui berkembang dengan pesat pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang meliputi:

1. Pemilihan dan Penggunaan Bibit Padi Unggul

Bibit unggul merupakan salah satu kunci yang dpat mendukung kegiatan intensifiikasi padi sawah yang dapat dilakukan oleh para petani. Hal ini dapat memengaruhi hasil tanaman padi supaya bisa menghasilkan tanaman yang tahan terhadap penyakit dan hama. Selain itu, padi pun memiliki kualitas, sehat, subur, buahnya bagus dan akarnya kokoh.

2. Pengolahan Lahan dengan Cara yang Tepat

Hal lainnya yang dapat dilakukan untuk memenuhi syarat intensifikasi pada tanaman padi adalah dengan melakukan  pengolahan lahan atau tanah tempat padi ditanam. Pengelolaan tersebut dimaksudkan untuk tempat untuk menyemai bibit sekaligus sebagai media tumbuhnya bibit sampai dengan proses pemanenan berlangsung.

Pengelolaan lahan ini bisa dilakukan baik dengan cara modern maupun dengan cara tradisional (tergantung dengan cara petaninya). Cara modern dapat dilakukan dengan menggunakan traktor dan mesin yang dapat mendukung kegiatan pertanian tersebut. Sedangkan cara tradisional, maka alat yang digunakan juga tradisional, seperti cangkul ataupun menggunakan tenaga manual dari hewan seperti kerbau untuk pengolahan lahannya.

3. Pengaturan Irigrasi untuk Sawah

Kegiatan yang selanjutnya dapat dilakukan adalah dengan memerhatikan pengaturan irigrasi untuk pengairan sawah. Pengaturan irigasi  ini sangat perlu dilakukan supaya tanah tempat padia tumbuh selalu senantiasa lembab dan berair. Tanah dengan kondisi ini bisa memberi nutrisi sekaligus menjaga kelangsungan hidup tanaman padi dengan baik.

Namun, penggunaan air yang secara berlebihan tidak baik karena akan membuat tanaman padi menjadi layu.

4. Pemberian Pupuk yang Sesuai

Meskipun tanah yang lembab adalah media yang bagus yang mampu menjaga kelangsungan hidup tanaman, penggunaan pupuk juga memiliki peran penting dalam kegiatan intensifikasi padi sawah ini.

Pemberian pupuk seperti ini sebaiknya disesuaikan dengan usia tanaman terlebih dahulu, dan tempatkan pupuk pada jarak tertentu. Sebaiknya gunakan pupuk organik karena tidak akan memengaruhi kesehatan lingkungan dan berbahaya bagi ekosistem lainnya. Misalnya dengan menggunakan pupuk kandang, pupuk kompos, dll.

Anda juga dapat mendapatkan pupuk berkualitas di distributor pupuk organik yang terpercaya.

5. Pengendalian Hama pada Tanaman Padi

Pengendalian hama juga merupakan hal yang penting dalam mendukung kegiatan intensifikasi padi sawah ini. Penggunaan insektisida, pestisida, dan pengendali hama lainnya akan membuat tanmana terbebas dari hama dan penyakit yang memengaruhi pertumbuhannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishIndonesianMalay

Download E-booknya Sekarang Juga!!!

Ebook akan terkirim otomatis via email setelah anda mengisi form dibawah ini...