2 Metode Pembuatan Pupuk Kompos

Secara garis besar, cara membuat pupuk kompos itu sendiri dikategorikan dengan menggunakan dua metode, yakni dengan cara aerob dan anaerob. Pupuk kompos itu sendiri dibuat dengan melibatkan sisa-sisa bahan organik, bisa itu berupa limbah rumah tangga ataupun sisa-sisa dari tanaman itu sendiri. Kemudian proses pengompsannya juga akan dilakukan dengan melibatkan mikroorganisme atau makroorganisme yang hidup di dalam tanah.

1. Cara Membuat Pupuk Kompos Aerob

pupuk kompos aerob

Pembuatan pupuk kompos dnegan menggunakan metode aerob itu sendiri dilakukan di tempat yang terbuka. Metode tersebut memakan waktu kurang lebih 40-50 hari. Cara pembuatannya adalah sebagai berikut:

  • Siapkan lahan seluas kurang lebih 10 meter persegi untuk tempat pengomposan. Pastikan tempat terhindar dari hujan.
  • Buatlah sejenis bak membentuk persegi empat dari papan kayu seluas 1×1,5 meter dengan papan kayu yang memiliki lebar 30-40 cm.
  • Siapkan material organik dari sisa-sisa tanaman, bisa juga dicampur dengan kotoran ternak yang telah dicacah.
  • Masukan seluru bahan organik yang sudah dicacah ke dalam bak kayu, lalu padatkan hingga bak penuh.
  • Setelah itu, siram bahan baku kompos untuk memberikan kelembaban. And apun dapat menambahkan starter mikroorganisme pembusuk ke dalamnya. Lalu, naikkan bak papan ke atas kemudian tambahkan lagi bahan-bahan lain. Ini dilakukan berulang sampai ketinggian kompos mencapai sekitar 1,5 meter.
  • Setelah 24 jam, suhunya akan naik hingga 65oC, lalu biarkanĀ  hingga 2-4 hari sebagai pembunuh bakteri patogen, jamur dan gulma. Namun tidak boleh lebih dari lebih dari 4 hari karena berpotensi membunuh mikroorganisme pengurai kompos.
  • Setelah hari ke-4, turunkan suhu untuk mencegah kematian mikroorganisme dekomposer menjadi sekitarĀ  45-60oC dan kelembaban pada 40-50%.
  • Balikkan kompos dengan cara memindahkan bagian kompos yang paling atas kedalam bak kayu sembari diaduk. Lakukan seperti mengisi kompos di tahap awal. Proses ini dilakukan setiap 3 hari sekali sampai proses pengomposan selesai.
  • Jika suhu sudah stabil sekitar 45oC, warna kompos akan berubah menjadi hitam kecoklatan dan volume menyusut hingga 50% hentikan proses pembalikan. Selanjutnya adalah proses pematangan selama 14 hari.

Proses ini akan selesai kira-kira 40-50 hari walaupun bisa lebih cepat atau lebih lambat tergantung kondisi dekomposer dan bahan baku kompos.

2. Cara Membuat Pupuk Kompos Anaerob

pupuk kompos anaerob

Pembuatan pupuk kompos anaerob ini sendiri biasanya membutuhkan inokulan mikroorganisme (starter) untuk mempercepat proses pengomposannya. Beriut adalah cara pembutan kompos anaerob:

  • Siapkan bahan-bahan organik yang akan dibuat menjadi pupuk kompos. Akan lebih baik jika bahan yang digunakan merupakan bahan yang lunak terdiri dari limbah tanaman atau hewan. Misalnya, hijauan tanaman, ampas tahu, limbah organik rumah tangga, kotoran ayam, kotoran kambing, dll.
  • Kemudian, campurkan 1 cc EM4,1 liter air, serta 1 gram gula. Kemudian diamkan selama 24 jam.
  • Selanjutnya, bahan organik yang sudah dirajang halus didiamkan di atas terpal. Setelah itu, masukan serbuk gergaji pada bahan tersebut untuk menambah nilai perbandingan C dan N. Kemudian semprotkan larutan EM4 yang telah diencerkan tadi dan aduk sampai merata. Pastikan untuk menjaga kelembaban pada kisaran 30-40%.
  • Setlah tercampur rata, Anda harus menyiapkan tong plastik yang kedap udara. Masukan bahan organik tersebut ke sana. Lalu, tutup rapat-rapat dan diamkan hingga 3-4 hari untuk menjalani proses fermentasi. Biasanya, suhu pengomposan pada saat fermentasi akan berubah berkisar 35-45oC.
  • Setelah empat hari berlalu, maka Anda dapat mengecek kematangan kompos. BIasanya, pupuk kompos yang matang dicirikan dengan baunya seperti aroma tape.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EnglishFrenchIndonesianJapanese